Monday, 11 December 2017 - Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur
Home » News » Tari Oleg Tambulilingan

Tari Oleg Tambulilingan

15 October , 2013 , Category : News

IMG_0843

 

Oleg  dapat berarti gerakan yang lemah gemulai, sedangkan tambulilingan berarti kumbang pengisap madu bunga. Tari Oleg Tambulilingan melukiskan gerak-gerik seekor kumbang, yang sedang bermain-main dan bermesra-mesraan dengan sekuntum bunga di sebuah taman. Tari Oleg Tambulilingan, yang semula dinamakan Tambulilingan Mangisep Sari, merupakan ciptaan I Ketut Mario dari Tabanan pada tahun 1952 atas permintaan John Coast (dari Amerika).

Berawal dari cinta Coast pada seni budaya Bali yang ternyata amat memikat hati dan obsesinya untuk mengorganisir sebuah misi kesenian ke Eropa. Selama petualangannya mengamati beberapa sekeha gong di Bali, Coast tertarik dengan penampilan sekaha gong Peliatan. Pada 1952, Coast menilai bahwa Gong Peliatan dengan permainan kendang AA Gde Mandera yang ekspresif cukup layak ditampilkan di panggung internasional. Dalam rencana lawatan ke Eropa itu, Coast ingin juga membawa sebuah tarian yang indah dan romantik, di samping beberapa tarian yang sudah sering dilihatnya.

Atas saran Mandera, Coast lalu menghubungi penari terkenal sekaligus guru tari I Ketut Marya yang kemudian akrab dipanggil I Mario. Mario yang kala itu sudah menciptakan tari Kebyar Duduk yang kemudian menjadi tari Terompong, bersedia bergabung dengan Gong Peliatan. Coast “merangsang” Mario untuk berkreasi lagi dengan memperlihatkan buku tari klasik ballet yang di dalamnya terdapat foto-foto duet “Sleeping Beauty” yaitu tentang kisah percintaan putri Aurora dengan kekasihnya Pangeran Charming. Maka terinspirasilah Mario menciptakan tari Oleg.

Tari Oleg itu semula bernama Legong Prembon. Nampaknya Coast kurang berkenan dengan nama Legong Prembon karena kata itu sulit diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. I Mario lantas menggantinya menjadi tari Oleg Tamulilingan Mengisap Sari dan atas kesepakatan bersama akhirnya disebut Oleg Tamulilingan atau “The Bumble Bee Dance”. Tarian ini menggambarkan dua ekor kumbang, jantan dan betina, sedang bersenang-senang di taman bunga sambil mengisap madu. Sebagai kumbang jantan pasangan Raka Rasmi, dipilihlah I Sampih yang jauh lebih tua, berasal dari Bongkasa, Badung.

Kata oleg dalam kamus bahasa Bali berarti “goyang”. Dalam tarian yang melambangkan kumbang betina itu, memang terdapat gerakan bergoyang lemah gemulai seolah-olah pohon tertiup angin. Gerakan lemah gemulai tari Oleg ini nampak pada bagian pengadeng, saat penari memegang oncer yang bergantian dengan kedua tangan ditekuk silang di depan dada, sambil bergoyang ke kanan dan ke kiri. Maka dinilai, pemeran yang cocok membawakannya adalah yang berperawakan langsing semampai sebagai pemberi kesan ngoleg.

 

 

Tokoh cerita Ramayana yang masih eksis sampai sekarang

27 October , 2013 , Kategori : News
Tokoh cerita Ramayana yang masih eksis sampai sekarang

    Dikisahkan di sebuah negeri bernama Mantili ada seorang puteri nan cantik jelita bernama Dewi Shinta. Dia seorang puteri raja negeri Mantili yaitu Prabu Janaka. Suatu hari sang Prabu mengadakan sayembara untuk mendapatkan sang Pangeran bagi puteri tercintanya... baca selengkapnya

Cerita Calonarang

15 October , 2013 , Kategori : News
Cerita Calonarang

  Calon Arang adalah seorang janda penguasa ilmu hitam yang sering merusak hasil panen para petani dan menyebabkan datangnya penyakit.  Ia mempunyai seorang puteri bernama Ratna Manggali, yang meskipun cantik, tidak dapat mendapatkan seorang suami karena orang-orang takut pada ibunya. Karena kesulitan yang... baca selengkapnya

Tari Oleg Tambulilingan

15 October , 2013 , Kategori : News
Tari Oleg Tambulilingan

  Oleg  dapat berarti gerakan yang lemah gemulai, sedangkan tambulilingan berarti kumbang pengisap madu bunga. Tari Oleg Tambulilingan melukiskan gerak-gerik seekor kumbang, yang sedang bermain-main dan bermesra-mesraan dengan sekuntum bunga di sebuah taman. Tari Oleg Tambulilingan, yang semula dinamakan... baca selengkapnya

Pembayaran

Testimonial

  • Ibu Merlyn – Kupang

    Lukisan yang saya pesan ternyata selesai lebih awal dan kualitasnya bagus lagi. Gak kalah dengan lukisan mahal yang ada di Gallery.

    Terima kasih ya Pak Ketut.  Nanti saya promosikan ke teman – teman saya

  • Ibu Mariani  –  Yogyakarta,

    Pesanan lukisan minimalis bunganya sudah saya terima tadi siang. Wah,.. bagus  sekali ya pak ketut.  Nanti saya akan confirm ke teman – teman saya di kantor.

    Terima kasih,…

    Salam

     

     

  • Nona Pepy  –  Tangerang,

    Berawal dari iseng – iseng buka internet. Saya ketemu dengan web nya Pak Ketut. Koleksinya banyak dan bagus2. Saya coba pesan satu dulu buat dipajang di kamar tidur. Eehh ternyata setelah pesanan lukisan saya sampai, lebih bagus dari yang saya bayangkan.

    Terima kasih ya Pak Ketut

  • Ibu Puri Arini – Lampung,

    Pesanan lukisan panel 5 setnya sudah saya terima tadi sore. Gak nyangka secepat itu sampainya, padahal janjinya 5 hari baru sampai.

    Pelayanan Sancita Painting memang memuaskan. Nanti kalau rumah saya yang baru sudah selesai, mau pesan lagi achh.

    Terima kasih Sancita.com

  • Ibu Susie Guwanda – New Zeland

    Pesanan lukisan Penari bali saya sudah tiba kemarin siang dengan packing yang masih utuh.  Meskipun perjalannya jauh tapi akhirnya selamat juga sampai disini. Nanti akan saya promosikan disini lukisan karya Pak Ketut kepada teman-teman saya.

    Terima kasih ya Pak Ketut

    Salam,

Kontak Kami

Hotline :
081 558 969 398
SMS :
081 236 081 30 & WhatsApp : +62 812 3608 130
BBM :
D26DEDD2
Email :
sulatraskw@gmail.com

Visitor

Payment

Norek : 416 0244 611
An. Ketut Sulatra
Norek : 145 00 101 560 46
An. Ketut Sulatra
Norek : 0815 01 004 271 533
An. Ketut Sulatra

Pengiriman

Jasa Pengiriman Disupport oleh :

Hotline : 081 558 969 398 SMS Center : 081 236 081 30 & WhatsApp : +62 812 3608 130 BB Messenger : D26DEDD2 sulatraskw@gmail.com